Back To Top

Loading...

Apa pendapat anda dengan BLOG ini ?

Rabu, 04 Mei 2011

UTS P MANAJEMEN SI UNP KDR "2"

Soal UTS P MANAJEMEN dan Jawaban
  1. Banyak definisi manajemen, menurut sudara apa yg dimaksud manajemen ?
  2. Ada 4 fungsi utama manajemen, sebut dan jelaskan !
  3. Apa yg dimaksud efktif dan efisien dalam manajemen ?
  4. Jelaskan apa yg dimaksud dengan disain pekerjaan ?
  5. Jelaskan konsep awal dari dalam Teori evolusi manajemen ?
Jawaban
  1. 1. Definisi Manajemen (Stoner)

    Proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan terhadap usaha-usaha para anggota organisasi dengan menggunakan sumber daya organisasi lainnya, agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

    2. Definisi Manajemen (Koonentz & Donnel )

    * Menitikberatkan pada pemenfaatan orang-orang dalam mencapai tujuan
    * Agar tujuan dapat dicapai orang-orang tersebut harus mempunyai tugas, tanggung jawab dn wewenang yang jelas (job description)

    3. Definisi Manajemen (Umum)

    Suatu metode/teknik atau proses untuk mencapai suatu tujuan tertentu secara sistematik dan efektif, melalui tindakan-tindakan perencanaan (Planning), pengorganisasian (Organizing), pelaksanaan (Actuating) dan pengawasan (Controlling) dengan menggunakan sumber daya yang ada secara efisien

    4. Management in

    * Manajemen sebagai ilmu pengatahuan (management as a science) adalah bersifat interdisipliner yang mana mempergunakan bantuan dari ilmu-ilmu sosial, filsafat dan matematika
    * Manajemen sebagai suatu sistem (management as a system) adalah kerangka kerja yang terdiri dari beberapa komponen/bagian, secara keseluruhan saling berkaitan dan diorganisir sedemikian rupa dalam rangka mencapai tujuan organisasi
    Di bawah ini adalah definisi dari kata manajemen :

    1. Pengertian Manajemen Menurut James A.F. Stoner
    Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan sumua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

    2. Pengertian Manajemen Menurut Mary Parker Follet
    Manajemen adalah suatu seni, karena untuk melakukan suatu pekerjaan melalui orang lain dibutuhkan keterampilan khusus.
    * Manajemen sebagai suatu fungsi (management as a function) adalah suatu rangkaian kegiatan yang masing-masing kegiatan dapat dilaksanakan tanpa menunggu selesainya kegiatan lain, walaupun kegiatan tersebut saling berkaitan dalam rangka untuk mencapai tujuan organisasi

    * Manajemen sebagai suatu proses (management as a process) adalah serangkaian tahap kegiatan yang diarahkan pada pencapaian suatu tujuan dengan pemanfaatan semaksimal mungkin sumber-sumber yang tersedia
    * Manajemen sebagai suatu profesi (management as a profession) adalah suatu bidang kegiatan atau bidang keahlian tertentu, antara lain profesi di bidang kedokteran, bidang teknik dan bidang hukum

    * Manajemen sebagai kumpulan orang (management as people / group of people) adalah suatu istilah yang dipakai dalam arti kolektif untuk menunjukkan jabatan kepemimpinan di dalam organisasi antara lain kelompok pimpinan atas, kelompok pimpinan tengah dan kelompok pimpinan bawah
  2.  

    Fungsi manajemen

    Ada 4 fungsi utama dalam manajemen: 1.Perencanaan (Planning), 2. Pengorganisasian (Organizing), 3. Pengarahan (Actuating/Directing), 4. Pengawasan (Controlling) Fungsi Perencanaan proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi. Kegiatan dalam Fungsi Perencanaan : – Menetapkan tujuan dan target bisnis – Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut – Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan – Menetapkan standar/indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis Fungsi Pengorganisasian proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi Kegiatan dalam Fungsi Pengorganisasian : – Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur yang diperlukan – Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggungjawab – Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia/tenaga kerja – Kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat Fungsi Pengarahan dan Implementasi proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi. Kegiatan dalam Fungsi Pengarahan dan Implementasi : – Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan, dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan – Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan – Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan Fungsi Pengawasan dan Pengendalian proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi. Kegiatan dalam Fungsi Pengawasan dan Pengendalian : – Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan – Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan – Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis Fungsi Operasional dalam Manajemen Pada pelaksanaannya, fungsi-fungsi manajemen yang dijalankan menurut tahapan tertentu akan sangat berbeda jika didasarkan pada fungsi operasionalnya. secara operasional, fungsi planning untuk sumber daya manusia akan berbeda dengan fungsi planning untuk sumber daya fisik/alam, dan sebagainya.
  3. Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.[1] Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal.[2] Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.[3] Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.[4]
  4. DESAIN PEKERJAAN DAN INFORMASI ANALISIS JABATAN SERTA PERENCANAAN SDM

    1. Pengertian
    • Desain pekerjaan adalah fungsi penetapan kegiatan kerja seorang atau sekelompok karyawan secara organisasional.
    • Tujuannya untuk mengatur penugasan kerja supaya dapat memenuhi kebutuhan organisasi.

    2. Elemen-elemen desain pekerjaan
    • Elemen organisasional
    - Pendekatan mekanistik
    - Aliran kerja
    - Praktek-praktek kerja
    • Elemen lingkungan
    - Kemampuan dan ketersediaan karyawan
    - Pengharapan sosial
    • Elemen keperilakuan
    - Otonomi
    - Variasi
    - Identitas tuga
    - Umpan balik

    3. Trade-offs keperilakuan dan efisiensi
    • Produktifitas versus Spesialisasi
    • Kepuasan kerja versus Spesialisasi
    • Proses belajar versus Spesialisasi
    • Perputaran karyawan versus Spesialisasi

    4. Teknik job re-design
    • Simplifikasi pekerjaan
    • Perluasan pekerjaan

    5. Informasi analisis pekerjaan
    • Guna informasi analisis pekerjaan :
    a. Menetapkan basis rasional untuk struktur kompensasi
    b. Menghapuskan persyaratan kerja yang menimbulkan diskriminasi
    c. Merencanakan kebutuhan SDM di masa yang akan datang
    d. Meramalkan kebutuhan pelatihan bagi karyawan
    e. Merencanakan pengembangan karier karyawan potensial
    f. Menetapkan standar prestasi kerja
    g. Menempatkan karyawan sesuai keahliannya
    h. Memperbaiki aliran kerja
    i. Menetapkan garis promosi
    j. Memadukan lamaran dan lowongan kerja

    • Tahapan pengumpulan informasi untuk analisis pekerjaan :
    a. Tahap 1 – Persiapan analisis
    b. Tahap 2 – Pengumpulan data
    1) Observasi
    2) Wawancara
    3) Kuesioner
    4) Logs
    5) Kombinasi
    c. Penyempurnaan data

    6. Penggunaan informasi analisis pekerjaan
    • Deskripsi pekerjaan (job description) :
    - Menguraikan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam suatu pekerjaan/jabatan

    • Spesifikasi pekerjaan
    - Menguraikan kualifikasi petugas yang harus melakukan tugas sesuai deskripsi pekerjaan dalam suatu jabatan

    • Standar prestasi kerja
    - Standar yang digunakan untuk menilai apakah seseorang bekerja dengan benar/sesuai standar atau belum

    • Standar kompensi
    - Standar kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang karyawan dalam melakukan suatu jenis pekerjaan

    7. Penulisan/penyusunan deskripsi pekerjaan
    • Nama jabatan
    • Kode jabatan
    • Tanggal penetapan deskripsi
    • Penyusun
    • Departemen
    • Lokasi
    • Fungsi jabatan
    • Tugas
    • Wewenang
    • Tanggung jawab
    • Hubungan lini
    • Kondisi kerja

    8. Penulisan spesifikasi pekerjaan
    • Nama jabatan
    • Kode jabatan
    • Tanggal penetapan
    • Penyusun
    • Departemen
    • Lokasi
    • Persyaratan pemangku jabatan :
    a. Pendidikan
    b. Pengalaman
    c. Persyaratan fisik
    d. Persyaratan mental
    e. Kemampuan/kompetensi
    f. Jalur karier sebelumnya
  5. [sunting] Era moderen

    Era moderen ditandai dengan hadirnya konsep manajemen kualitas total (total quality management—TQM) di abad ke-20 yang diperkenalkan oleh beberapa guru manajemen, yang paling terkenal di antaranya W. Edwards Deming (1900–1993) and Joseph Juran (lahir 1904).
    Deming, orang Amerika, dianggap sebagai Bapak Kontrol Kualitas di Jepang.[9] Deming berpendapat bahwa kebanyakan permasalahan dalam kualitas bukan berasal dari kesalahan pekerja, melainkan sistemnya. Ia menekankan pentingnya meningatkan kualitas dengan mengajukan teori lima langkah reaksi berantai. Ia berpendapat bila kualitas dapat ditingkatkan, (1) biaya akan berkurang karena berkurangnya biaya perbaikan, sedikitnya kesalahan, minimnya penundaan, dan pemanfaatan yang lebih baik atas waktu dan material; (2) produktivitas meningkat; (3) market share meningkat karena peningkatan kualitas dan harga; (4) profitabilitas perusahaan peningkat sehingga dapat bertahan dalam bisnis; (5) jumlah pekerjaan meningkat. Deming mengembangkan 14 poin rencana untuk meringkas pengajarannya tentang peningkatan kualitas.
    Kontribusi kedua datang dari Joseph Juran.[9] Ia menyatakan bahwa 80 persen cacat disebabkan karena faktor-faktor yang sebenarnya dapat dikontrol oleh manajemen. Ia merujuk pada "prinsip pareto." Dari teorinya, ia mengembangkan trilogi manajemen yang memasukkan perencanaan, kontrol, dan peningkatan kualitas. Juran mengusulkan manajemen untuk memilih satu area yang mengalami kontrol kualitas yang buruk. Area tersebut kemudian dianalisis, kemudian dibuat solusi, dan diimplementasikan  

0 komentar:

Poskan Komentar

Template Design by Free template